Program Studi S1 Fisioterapi

Fisioterapi adalah Bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, dan komunikasi. (Kepmenkes RI No. 1363/MENKES/SK/XII/2001)

Jumlah Fisioterapis di Indonesia masih sangat terbatas. World Confederation for Physical Tharapy telah menganjurkan pendidikan minimal 4 tahun dalam pendidikan universitas atau setara dengan universitas yaitu program sarjan dan profesi.

Oleh karena itu untuk menjawab kebutuhan akan dunia Kesehatan terkait dengan sumberdaya manusia dalam bidang Fisioterapi Institut Medika Drg. Suherman (IMDS)  membukan program studi Sarjana (S1) Fisioterapi pertama dan satu-satunya di Jawa Barat dengan Keptutusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia Nomor SK. 21/M/2020.

Kompetensi Lulusan

Lulusan Program Studi Sarjana (S1) Fisioterapi Institut Medika Drg. Suherman memiliki kompetisi utama yaitu :

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
  3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban.
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab.
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal.
  6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
  7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  8. Menginternalisasi nilai, norma dan etika akademik.
  9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
  10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  11. Mampu bersikap etis dan peka budaya dalam pemberian pelayanan fisioterapi.
  12. Memilik sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan martabat klien, menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan sendiri pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan fisioterapi yang diberikan, serta bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis, verbal dan elektronika yang diperoleh dalam kapasitas sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya.

Kompetensi pendukung lulusan Program Studi Sarjana (S1) Fisioterapi Institut Medika Drg. Suherman yang terkait softskill meliputi:

  1. Mampu melakukan pemecahan masalah kesehatan dalam bidang Fisioterapi Olahraga, mulai Asessment, menentukan diagnosa, Planning, Intervensi hingga Evaluasi.
  2. Mampu melakukan pemecahan masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan gerak dan fungsi khususnya kondisi gangguan Muskuloskeltal dengan pendekatan Manual Terapi dan Terapi Latihan.
  3. Mampu memanfaatkan IPTEK laboratorium Biomedik Dasar yang berhubungan dengan masalah gerak dan fungsinya yang diperlukan sebagai dasar pelayanan fisioterapi dan mampu beradaptasi dengan sumberdaya yang tersedia.
  4. Mampu memanfaatkan IPTEK komunikasi, psikososial yang berhubungan dengan masalah gerak dan fungsinya yang diperlukan sebagai dasar pelayanan fisioterapi dan mampu beradaptasi dengan sumberdaya yang tersedia.
  5. Mampu mengaplikasikan tindakan teknis fisioterapi pada lingkup yang luas terkait dengan problem/ gangguan gerak dan fungsi dengan melakukan analisis data (mulai dari asesmen, diagnosis fisioterapi, membuat pemilihan metode (perencanaan & intervensi) dan evaluasi dengan mengacu pada prosedur operasional baku (POB).
  6. Mampu mengaplikasikan biomekanik / biofisika dalam tubuh manusia yang berkaiatan dengan pelayanan fisioterapi.
  7. Mampu membuat keputusan berdasarkan analisis informasi dan data yang terkait dengan IPTEK laboratorium yang berkaitan dengan gerak dan fungsinya.
  8. Mampu mengkaji dan menyelesaikan masalah problem gerak dan fungsi dengan konteks pelayanan kesehatan primer.
  9. Mampu membuat kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai legalitas dan etika profesi.
  10. Mampu membuat analisis terhadap berbagai alternatif pemecahan masalah prosedural dalam lingkup kerjanya.
  11. Mampu mengaplikasikan prosedur bantuan hidup dasar (basic life support/bls) pada situasi gawat darurat/bencana dengan memilih dan menerapkan metode yang tepat, sesuai standar dan kewenangannya.
  12. Mampu membuat dan mengaplikasikan pendokumentasian, dan menyajikan informasi layanan fisioterapi sebagai dasar rujukan bagi fisioterapis (Ftr) dalam menetapkan tindakan fisioterapi lanjutan / rujukan.
  13. Mampu mengkaji dan menyelesaikan masalah situasi perubahan yang memperburuk kondisi pasien kepada tenaga kesehatan yang lebih kompeten.
  14. Mampu mengaplikasikan komunikasi terapeutik dengan klien dan memberikan informasi yang akurat kepada klien dan/atau keluarga /pendamping/penasehat tentang rencana intervensi fisioterapi yang menjadi tanggung jawabnya.
  15. Mampu mengkaji kelompok kerja yang menjadi tanggung jawab pengawasan di lingkup bidang kerjanya.
  16. Mampu mengaplikasikan pencegahan dan penularan infeksi sesuai dengan SOP (standard operating procedure).
  17. Mampu mengaplikasikan kegiatan promotif dan preventif kesehatan berkaitan dengan masalah gerak dan fungsi.
  18. Mampu mengaplikasikan pekerjaan dan berkomunikasi secara efektif dalam tim.
  19. Mampu membuat laporan kelompok kerja dan pelayanan fisioterapi secara menyeluruh , akurat dan sahih.
  20. Mampu mengakaji dan bertanggungjawab atas keja sendiri dan kelompok di bidang pelayanan fiisioterapi serta memiliki komunikasi interpersonal , empati dan sikap etis sesuai dengan kode etik fisioterapi.
  21. Mampu mengkaji pengembangan kompetensi kerja secara mandiri dan mengikuti perkembangan fisioterapi dengan belajar berkelanjutan (Continues Profesional Development =CPD).
  22. Mampu mengaplikasikan hasil-hasil penelitian dalam melaksanakan pelayanan masalah gerak dan fungsi.
  23. Lulusan juga dibekali dengan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk menggunakan prinsip dan metode fisioterapi dalam merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi program-program yang bersifat preventif dan promotif, tanpa mengabaikan program yang bersifat kuratif dan rehabilitatif;  merencanakan, mengelola dan mengevaluasi upaya-upaya perbaikan kemampuan gerak dan fungsional sesuai dengan situasi dan kondisi individu dan masyarakat daerah setempat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada;  mendidik dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan  derajat kesehatan;  menggunakan hasil-hasil penelitian untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi upaya-upaya peningkatan kemampuan gerak dan fungsional.

VISI & MISI Program Studi Sarjana  (S1) Fisioterapi

Visi

Misi

Tujuan

Sasaran

Proses Pembelajaran

Career

Profesi dan Karir Lulusan

Sarjana Fisioterapi dapat bekerja dan berkarir di berbagai instansi pemerintah ataupun swasta seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, klinik kesehatan dan fisioterapi mandiri, organisasi olah raga (KONI, PSSI, PBSI, PERBASI dan lain-lain), pusat kesehatan di perusahaan, pusat kebugaran dan instansi kesehatan lainnya.

Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Career Center :

  1. Sebagai lembaga yang membantu membentuk lulusan yang trampil, mahir dan berkepribadian untuk menghadapi tantangan dunia kerja melalui program pelatihan dan pengembanga.
  2. Menyediakan informasi peluang kerja bagi mahasiswa dan lulusan IMDS di jaringan komunikasi konvensial dan elektronik serta media sosial ( www.imds.ac.id).
  3. Mengelola jaringan komunikasi (networking) antara alumni.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan lembaga profesi, bisnis, pelayanan kesehatan, industri jasa dan manufaktur dalam rangka penyaluran SDM lulusan IMDS.
  5. Penyaluran SDM lulusan IMDS kedalam RS. Sentra Medika Group.

Kerjasama

Memiliki jaringan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat (Tridarma Perguruan Tinggi), serta praktek kerja dan magang mahasiswa, dengan beberapa perguruan tinggi / industri, baik di dalam dan di luar negeri, antara lain :

  1. Kementrian Kesehatan
  2. Dinas Kesehatan
  3. BUMN
  4. Lembaga Pelayanan Kesehatan, Puskesmas, Klinik.

Merupakan bagian dari Rumah Sakit Sentra Medika Group, dengan 5 RS operasional :

  1. RS. Sentra Medika Cibinong
  2. RS. Sentra Medika Cisalak
  3. RS. Sentra Medika Cikarang
  4. RS. Sentra Medika Minahasa Utara
  5. RS. Harapan Bunda

Fasilitas

  1. Klinik Fisioterapi
  2. Laboratorium Biokimia
  3. Laboratorium Komputer
  4. Perpustakaan Program Studi Fisioterapi
  5. Laboratorium Kimia

Foto-foto upload.

Buku Panduan Mahasiswa

Lampiran Kode Etik Mahasiswa (Download)

Kurikulum

Kurikulum

Dosen Pengajar

Dosen Pengajar